09 Juli 2010

CKCKCK, Ahli matematika bisa Milliarder.....

Wuih... Orang Ini Menolak Uang Rp 10 M!
Kompas.com

Reuter/Antara
Dr Grigory Perelman

KOMPAS.com — Sikap ahli Matematika Rusia, Dr Grigory Perelman (44), ini pantas diacungi jempol. Menganggap dirinya bukanlah orang yang pantas, ahli Matematika yang disebut orang tercerdas sedunia ini menolak pemberian hadiah senilai satu juta dollar AS atau sekitar Rp 10 miliar.

Penghargaan itu rencananya akan diberikan oleh Clay Mathematics Institute, sebuah lembaga asal Amerika Serikat kepada pria yang tinggal di flat sederhana di St Petersburg, bulan Maret lalu. Sebab, Perelman mampu memecahkan Konjektur Poincare, yang sudah satu abad memusingkan matematikawan. Solusi itu dia posting lewat internet.

Atas penghargaan dari lembaga yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, itu, Perelman menyatakan menolak hadiah. Alasannya, seperti dikutip oleh Interfax, ia menilai kontribusinya dalam membuktikan dugaan Poincare tidak lebih hebat daripada ahli Matematika Amerika Serikat, Richard Hamilton, yang pertama kali mengusulkan program untuk solusi tersebut.


Konjektur Poincare berkaitan dengan bentuk-bentuk yang ada di empat dimensi atau lebih.

"Aku sudah memiliki semua yang kuinginkan," kata Perelman tak lama setelah penghargaan itu diumumkan, Maret lalu.

Padahal, menurut tetangganya, Vera Petrovna, yang pernah berkunjung ke flatnya, Perelman hanya memiliki satu meja, bangku, dan tempat tidur dengan kasur kotor yang ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya. "Kami berusaha untuk menyingkirkan kecoa di blok kami, tetapi serangga-serangga itu bersarang di apartemennya," kata Vera.


Juga pernah menolak

Empat tahun lalu, jenius Matematika itu juga tak muncul untuk menerima penghargaan bergengsi Fields Medal dari Uni Matematika Internasional karena memecahkan Konjektur Poincare.

Pada waktu itu ia mengatakan, "Aku tidak tertarik pada uang atau ketenaran. Aku tidak ingin dipamerkan seperti hewan di kebun binatang."

"Aku bukan pahlawan Matematika. Aku juga tidak terlalu berhasil. Itu sebabnya aku tidak ingin semua orang menatapku," katanya ketika itu.

Pada tahun 2002, Perelman, saat itu peneliti di Institut Matematika Steklov di St Petersburg, mulai mem-posting karya ilmiahnya untuk memecahkan konjektur Poincare, salah satu dari tujuh teka-teki Matematika yang masing-masing pemecahannya berhadiah 1 juta dollar AS dari Institut Clay. Berbagai tes yang ketat membuktikan bahwa dia benar.

Tiga Bulan yang Mulia ---> Amalan Bulan Sya'ban



Beberapa hadis Rasulullah Muhammad SAW:

“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku. Siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab, Allah akan memberinya surga dan dia akan dijauhkan dari kemarahan Allah, dan akan ditutup baginya pintu neraka.”

“Sesungguhnya Sya’ban adalah bulanku, siapa yang berpuasa sehari dalam bulan itu, maka surga baginya.”

“Siapa yang berpuasa di bulan Sya’ban karena cinta pada Rasulullah dan taqarrub ilal-Lah (keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah), dan keinginan untuk mendekatkan diri pada kemuliaan bulan ini, pada hari akhir nanti, dia akan dikaruniai surga.”

Menurut saya (yang sangat awam ini), sepertinya hikmah dari seruan Rasul agar kita berpuasa (dan melakukan berbagai amalan) pada dua bulan menjelang Ramadhan ini adalah untuk mempersiapkan jiwa manusia ketika bertemu dengan bulan Ramadhan. Bila kita sudah ‘latihan’ secara maksimal di dua bulan sebelumnya, insya Allah, kita akan menjalani bulan Ramadhan dengan stamina fisik dan ruh yang prima.

Sayang sekali, bulan Rajab udah lewat. Saya tidak terpikir bikin jurnal seperti ini pada bulan Rajab, karena terus-terang, bulan itu saya lewati dengan sia-sia, sibuk dengan urusan duniawiah melulu Sekarang, saya terinspirasi setelah baca jurnalnya Mbak Lea. Berikut ini, saya akan sarikan beberapa amalan bulan Sya’ban dari kitab Mafatihul Jinan (Kunci-Kunci Surga)-- ini yang saya tulis tidak lengkap, saya pilih yang rada enteng2 aja.

1.Setiap hari mengucapkan istighfar sebanyak 70 kali (astaghfirullaahal-ladzi laa ilaaha illal-Lah, huwar-rahmaanur-rahiim, al hayyul-qayyum, wa atuubu ilaih).

2.Setiap hari Kamis di bulan Sya’ban: sholat dua rakaat, tiap rakaat baca Al Fatihah dan 100 kali Al-Ikhlas. Selesai salam, baca sholawat (Allhumma sholli alaa Muhammad wa aali Muhammad) sebanyak 100 kali.

Pahala: Allah akan mengabulkan hajat (permohonan/doa) kita dan akan mengabulkan puasa yang kita lakukan di bulan Sya’ban ini.

3.Puasa 3 hari dalam bulan Sya'ban dan di malam harinya (setelah siangnya berpuasa) sholat sunnah sebanyak 11 rakaat (kayak sholat tahajud, 5 kali sholat--masing2 dua rokaat, ditambah satu rokaat witir), masing-masing baca Al Fatihah 1 kali dan Al Ikhlas 11 kali. Hari yang paling afdhal untuk puasa: hari pertama dan ketiga di bulan Sya’ban.

4.Malam ke-13: disunnahkan untuk sholat dua rokaat, masing2 baca Al Fatihah dan surat Yasin, Al Mulk, Al Ikhlas (kalau tidak hapal, ya kita sholat sambil pegang Quran atau letakkan Quran di atas meja di samping kita).

5.Malam ke-14: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 2 kali (jadi keseluruhan ada 4 rokaat)

6.Malam ke-15: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 3 kali (jadi keseluruhan ada 3 rokaat)

Barangsiapa yang melakukan amalan ini (no. 6,7,8), dia akan memperoleh keutamaan dari ketiga bulan mulia itu (jadi, ini amalan untuk bulan Rajab-Sya’ban-Ramadhan) dan Allah akan mengampuni seluruh dosanya kecuali dosa syirik/menyekutukan Tuhan

7.Sore hari ke-14 (berarti, menyambut malam ke-15), disunnahkan mandi (kayak mandi wajib itu loh, rambut juga dicuci), lalu sepanjang malam disunnahkan untuk sholat sunnah, baca Quran, dan zikir.

Salah satu zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada malam ke-15: subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wal-Lahu akbar (sebanyak 100 kali)

Catatan: ini kan amalan sunnah, jadi, bisa dilakukan semampu kita. Misalnya, amalan no.6, kalau terasa berat, ya sudah, baca Al Ikhlas aja. Soal pahala biarlah urusan Allah. Yang jelas niatkan untuk mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah kita. Yang penting, kita sudah berusaha menyiapkan mental dan fisik untuk menjalani bulan Ramadhan.

Diterjemahkan dari Buku Mafaatihul Jinan, terbitan Beirut thn 1998, karya Syeikh Abbas Qummi (1290-1349 H).

08 Juli 2010

A. LATAR BELAKANG
Pemilihan tempat tinggal yang baik dan kondusif bagi seorang mahasiswa terutama mahasiswa rantau merupakan hal yang sangat penting demi kelancaran dan keberhasilan perkuliahannya. Tidak jarang pemilihan tempat tinggal yang keliru berbuah dampak yang sangat buruk terhadap perkembangan kepribadian dan keintelektualitas seorang mahasiswa. Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan tempat tinggal berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa (Muhammad Adiwardana Harjono)
Ada berbagai jenis tempat tinggal bagi seorang mahasiswa khususnya mahasiswa yang berasal dari luar kota kampus kuliahnya, antara lain asrama, kos, dan rumah family. Dalam menentukan dimana ia sebaiknya tinggal tentu ada pertimbangan-pertimbangan untung-ruginya. Diantara pertimbangan-pertimbangan itu ada mengenai biaya hidup sehari-hari, faktor keamanan, kenyamanan, kemudahan akses ke tempat-tempat umum dan lain-lain.
Bagi mahasiswa Undana, khususnya yang mengambil perkuliahan di kampus Baru Undana. Jl Adisucipto Penfui, sudah banyak pemilik lahan disekitar kampus yang membangun kos-kos, yaitu di Penfui dan di Oesapa. Pihak Undana sendiri telah menyediakan Rumah susun mahasiswa yang lokasinya tidak jauh dari kampus sehingga memudahkan mahasiswa yang bermasalah dengan budget dalam melakukan aktifitas perkuliahannya. Ada juga mahasiswa yang memilih tidak tinggal di kos, misalnya mereka memilih tinggal di asrama tertentu atau memilih tinggal bersama keluarga dekat mereka. Tentu saja setiap orang berhak memilih dimana ia harus tinggal dengan alasan-alasan tertentu.
B. TUJUAN
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
1. Mengidentifikasi tempat tinggal dengan kondisi lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa Universitas Nusa Cendana.
2. Sebagai bahan pertimbangan dalam memilih tempat tinggal yang baik dan kondisif bagi calon mahasiswa yang hendak kuliah di Universitas Nusa Cendana.

C. PERUMUSAN MASALAH
Pemilihan lokasi tempat tinggal mahasiswa berupa kos-kosan atau sejenisnya menjadi sangat penting demi kelancaran proses perkuliahan mahasiswa tersebut. Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang dinamis dalam menghadapi permasalahan seperti pengambilan keputusan ini adalah bentuk penerapan materi yang di dapat pada masa perkuliahan. Pemilihan lokasi kos-kosan ini juga harus memenuhi berbagai kriteria yang umumnya dihadapkan kepada si pemilik kos untuk menempati tempat tinggal tersebut atau tidak.

D. METODOLOGI PENELITIAN
Sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian, langkah-langkah penelitiannya sebagai berikut :
1. Penentuan sasaran yang ingin dicapai
Sasaran yang ingin di capai yaitu memilih jenis tempat tinggal yang baik dan kondusif bagi mahasiswa Universitas Nusa Cendana.
2. Penentuan kriteria atau syarat-syarat pemilihan,
Kriteria-kriteria yang berhubungan dengan memilih tempat tinggal adalah biaya hidup, keamanan, kenyamanan, fasilitas, dan kemudahan akses ke tempat umum.
3. Penentuan alternatif pilihan
Alternatif tempat tinggal yang sesuai dengan peneletian ini adalah tinggal di kos di Oesapa, kos di penfui, Asrama, Rumah susun Mahasiswa, dan tinggal bersama keluarga.
4. Menyusun kriteria dan alternatif untuk masing-masing kriteria tersebut dalam bentuk matriks berpasangan. Bentuk matriks tersebut ditampilkan
Catatan : cara pengisian elemen matriks adalah ;
5. Elemen a_(i,i)=1 di mana i=1,2,… ,n
6. Elemen matriks segitiga atas sebagai input.
7. Elemen matriks segitiga bawah mempunyai rumus a_(j,i)=1/a_(i,j) untuk i≠j
8. Menjumlahkan setiap kolom pada tabel
9. Menentukan nilai elemen kolom kriteria

07 Juli 2010

Keutamaan Bulan Sya'ban....

Bulan sya’ban adalah pintu menuju bulan Ramadlan. Barang siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, insya Allah ia akan menuai kesuksesan di bulan Ramadlan.


Peristiwa di bulan Sya’ban

1. Pindah Qiblat

Pada bulan Sya’ban, Qiblat berpindah dari Baitul Maqdis, Palistina ke Ka’bah, Mekah al Mukarromah. Demikianlah peristiwa ini terjadi setelah turun ayat,

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al Baqarah; 144)